Tayangan ulang beberkan tak ada fault pada net dari Ginting

Tayangan ulang video membeberkan tidak adanya fault atau pelanggaran dari Anthony Sinisuka Ginting di reli kritis terakhir partai final tunggal putera Hong Kong Open.

Ginting diganjar fault  oleh hakim servis Joerg Hupertz (Jerman) lantaran melintasi net pada angka 20-21 di game pamungkas. Hal tersebut mengantarkan kemenangan sekaligus gelar juara bagi lawannya, Lee Cheuk Yiu.

Berdasarkan aturan permainan bulu tangkis, adalah sebuah fault (pelanggaran) bila memukul bola sebelum ia melintasi net.

Namun, tayangan ulang video secara jelas menunjukkan bahwa bola sudah melintasi net ketika Ginting memukulnya.

Ginting merasa kesal saat dia melihat wasit memberi sinyal fault. Dia menunduk dalam lantaran kecewa dan putus asa.

Antonsen: Seharusnya bisa men-challenge pada situasi seperti ini.

Pebulutangkis No. 3 dunia Anders Antonsen menunggah di kanal isntagramnya dan menulis bahwa para pemain seharusnya bisa men-challenge (dengan teknologi hawkeye) pada situasi seperti ini (bola net).

Terdapat banyak contoh di mana fault yang salah sasaran justru terbukti merugikan. Pertandingan antara Son Wan Ho dan Takuma Ueda pada Sudirman Cup 2015 merupakan salah satunya.

Hampir mustahil bagi wasit untuk mengawasi bola secepat ini.

Insiden ini berfungsi sebagai peringatan atau panggilan bagi BWF guna menerapkan teknologi hawkeye challenge di area net.