Pelatih sektor tunggal Thailand Agus D Santoso hengkang

78

enEnglish thไทย

Beberapa hari belakangan, ada perubahan masif di Asosiasi Bulutangkis Thailand (BAT) dalam kursi kepelatihan tunggal mereka.

Agus D Santoso, pelatih sektor tunggal, hengkang dari BAT. Pelatih asal Indonesia tersebut terhitung berjasa saat Kantaphon Wangcharoen menyabet medali perunggu pada gelaran Kejuaraan Dunia tahun lalu.

Namun kepergiannya diwarnai rasa campur aduk di khalayak bulutangkis Thailand.

Kantaphon menulis terkait pengunduran diri Agus D Santoso dalam akun instagramnya: “Anda memberi saya pelajaran yang mengubah hidup saya. Anda selalu ada di samping saya dalam pahit maupun manis. Anda mengajari saya banyak hal, tak hanya bulutangkis, tapi juga soal hidup. Anda tidak pernah menekan saya. Kalian (staf, officer dari BAT) tidak tahu banyak soal kesungguhan dia bagi saya. Saya dan pelatih saya sudah banyak melakukan hal dengan baik bagi Thailand. Saya tidak akan menjilat demi sebuah kesuksesan. Saya ingin berterimakasih pada dia atas segalanya. Terimakasih atas senyumannya, meski Anda sama sekali tidak bahagia.”

Bodin Isara juga buka suara dalam akun sosial medianya: “Para staf tak kan pernah tahu seberapa keras pemain berusaha, demi negara kita. Beberapa orang hanya berbuat demi keuntungan mereka. Terus melaju. Lakukan saja yang terbaik.”

Jane Pitayat, pemilik Akademi Bulutangkis Granular, mengunggah gambar Agus dalam akun facebook miliknya dan memujinya.
“Kami ingin Anda tahu kami sangat menghargai kontribusi bernilai Anda dalam membuat keberhasilan luar bisa selama beberapa tahun ini. Kami berkesempatan untuk berterimakasih dan semoga sukses atas usaha kedepan Anda.”

Ada komentar mengejutkan dalam unggahan facebook Pitayat. Sesuai pengamatan, akun tersebut milik Rexy Mainaky. Rexy Mainaky merupakan kepala pelatih Pelatnas Thailand juga karib Agus D Santoso.

Komentar dari ‘akun yang belum terverifikasi’ bernama Rexy Mainaky berbunyi, “Pak Jane, mohon untuk tidak menilai suatu hal hanya dari satu sisi, kalau Anda ingin menyalahkan, salahkanlah saya. Cara ia keluar dari BAT juga tidak profesional dan kinerjanya hanya demi dirinya, ia tipe orang yang tidak bisa diajak kerja sama. Bahkan asistennya dan bagaimana ceritanya dia tidak menghargai saya selaku kepala pelatih. Jadi mohon jangan salahkan BAT. Terimakasih”

Screenshot from facebook

Terkait situasi ini, BAT bertutur, “Alasan Agus hengkang dari BAT adalah kontraknya sudah selesai (Desember 2019) dan dia ingin menundurkan diri. Itulah kenapa dia kembali ke Indonesia.”

Dengan keluarnya Agus D Santoso, mantan no. 4 dunia Boonsak Ponsana akan menggantikan posisinya sebagai pelatih sektor tunggal. Boonsak mewakili Thailand lima kali di Olimpiade dan merupakan pemenang All Thailand Badminton Championships (kejuaraan nasional) sebanyak lima belas kali.

Boonsak Ponsana diharapkan akan memberi pengetahuan dan teknik lebih bagi para pemain. Penggemar bulutangkis Thailand mengharapkan hasil maksimal dari para pemain mereka, khususnya di Olimpiade Tokyo 2020.