Mampukah China dan Hong Kong ikut serta di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia di Filipina?

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, pada 2 February 2020 kemarin, memberlakukan larangan perjalanan bagi warga negara yang berasal dari China daratan, Hong Kong dan Macau menyusul merebaknya wabah virus corona.

Hal ini berbuntut pada ketidakjelasan terkait keikutsertaan China dan Hong Kong di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia (BATC) mendatang. Turnamen tersebut dimulai 11 Feb di Manila, Filipina.

Kepala pelatih bulutangkis Hong Kong He Yiming menuturkan, “Awalnya kami berencana pergi ke Filipina pada 7 Februari (Minggu). Namun kini nyatanya tersendat beberapa kendala. Kami harus menunggu Asosiasi Bulutangkis Hong Kong berkomunikasi dengan Konfederasi Bulutangkis Asia dan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pada Senin (3 Februari).”

BWF tak cukup membantu

Menyikapi hal ini, BWF nyatanya punya kekuasaan terbatas menyusul larangan perjalanan di beberapa negara terkait keamanan nasional suatu negara.

Hari ini (4 Feb) BWF merilis pernyataan resmi menyangkut persoalan di atas.

Kami telah meminta semua Anggota dan penyelenggara (turnamen) guna menghubungi pihak kesehatan setempat agar mereka sadar bahwa pemain asing akan tiba di negara mereka dan guna meminta saran pencegahan dan tindakan penting manakala insiden terjadi.

Namun BWF ingin menegaskan, vahwa mereka tidak akan melarang keikutsertaan pemain dan pihak China, atau pemain dan pihak lainnya, baik dalam turnamen bulutangkis dunia maupun Para badminton.

Atlet China bebas mengikuti pertandingan dan kami percaya penyelenggara turnamen akan menyediakan bantuan penuh dan melayani semua atlet dari semua Anggota Asosiasi (Mas) secara adil.

Peta Larangan Perjalanan Virus Corona, Sumber: Quartz, tanggal 3 Februari 2020