Goh V Shem: BWF mesti kaji system drawing, bagaimana bisa acak-acakan?

Peraih perak Olimpiade Rio, Goh V Shem adalah pebulutangkis papan atas teranyar yang menyuarakan ketidakpuasannya dengan sistem drawing BWF. Ia sudah muak berhadapan dengan rekan senegara Malaysia berkali-kali di babak pertama.

“Berhadapan dengan teman sendiri adalah hal terakhir yang ingin kita lihat kalua drawing sudah keluar,” kata Goh V Shem kepada The Star.

“Tidak ada rasa senang sedikit pun memulangkan mereka dari turnamen.”

Pasangan ganda Goh V Shem dan Tan Wee Kiong harus lakoni perang saudara dengan Aaron Chia dan Soh Wooi Yik di babak pertama Perodua Malaysia Masters yang dimulai besok.

Bagaimana tidak menyakitkan kalau berkaca dari rangkaian pertandingan mereka di 2019. Tahun lalu, Goh dan Tan dengan Ong Yew Sin dan Teo Ee Yi tiga kali saling berhadapan di babak pertama (dari total 4 pertemuan).

V Shem menambahkan: “Saya betul-betul berharap BWF bisa tinjau ulang sistem drawing mereka. Mereka bilang itu secara acak, tetapi banyak kebetulannya?”

“Bukan hanya kami, bahkan tahun lalu Mathias Boe Mads Conrad-Petersen dari Denmark saja sudah berhadapan dengan ganda China Han Cengkai-Zhou Haodong empat kali di babak pertama, tiga turnamen berurutan.”

Sistem dan peranti drawing BWF jadi perbincangan hangat usai Anders Antonsen mengangkatnya di akun social media miliknya.

Tahun lalu, Anthony Sinisuka Ginting (INA) juga bertemu dengan Ng Ka Long Angus (HKG) sebanyak empat kali, semuanya di babak pertama.

Lebih lagi, empat pemain China harus saling baku hantam pada drawing tunggal putra Fuzhou China Open 2018.

Goh V Shem menguatarakan jalan keluarnya bahwa mengembalikan sistem drawing 16 unggulan akan lebih baik ketimbang kini yang hanya 8 unggulan. Ia beralasan ini akan mengurangi kemungkinan pemain no. 1 dunia dengan no. 9 berhadapan di babak pertama.